Pages

Banner 468 x 60px

Cara Pintar Cegah Migrain

0 komentar


SAKIT
kepala sebelah atau sering disebut migrain memang menyakitkan. Bahkan, tak jarang sakit itu menurunkan produktivitas penderita.

Lalu, apakah sakit kepala akibat migrain bisa dicegah? Ternyata bisa. Salah satunya yakni dengan menghindari pemicu sakit kepala dan mencegah sakit kepala dengan mengunakan obat-obatan.

Yang wajib diingat, tak satu pun dari kedua strategi tersebut 100 persen efektif menghalau migrain. menurut Medicinenet.com. cara terbaik dan realistis adalah mengurangi datangnya serangan sakit kepala.

Pemicu migrain pada berbagai kondisi dan faktor psikologis bisa menuntun sakit kepala pada individu yang rawan terserang sakit kepala. Hanya sedikit para penderita migrain yang bisa secara jelas mengidentifikasi pemicunya, antara lain stres, gangguan tidur, puasa, hormon, cahaya terang atau menyilaukan, bau-bauan, asap rokok, keju basi, cokelat, monosodium glutamat/vetsin, nitrit, aspartam dan kafein.

Untuk sejumlah perempuan, penurunan kadar darah dari estrogen saat haid merupakan pemicu untuk serangan migrain (kadang-kadang dirujuk sebagai migrain menstruasi).

Interval antara paparan pemicu dan kejadian sakit kepala bervariasi mulai dari hitungan jam hingga dua hari. Dari terpapar menjadi pemicu tidak selalu menuntun pada kejadian sakit kepala. Sebaliknya, menghindari pemicu tidak secara lengkap mencegah sakit kepala. Respons penderita migrain berbeda terhadap pemicu yang berbeda, dan kemungkinan satu pemicu tidak akan menginduksi sakit kepala pada setiap orang yang mengalami sakit kepala akibat migrain.

Tidur dan migrain
Gangguan seperti kurang tidur, terlalu banyak tidur, kualitas tidur yang kurang dan sering terbangun di malam hari dikaitkan dengan migrain dan tekanan sakit kepala. Memperbaiki pola tidur telah terbukti mengurangi datangnya sakit kepala akibat migrain. Tidur juga dilaporkan memperpendek durasi sakit kepala akibat migrain.

Puasa dan migrain
Puasa kemungkinan bisa memicu sakit kepala akibat migrain yang disebabkan oleh dirilisnya hormon terkait stres dan menurunnya gula darah. Untuk itulah, penderita migrain disarankan untuk menghindari puasa dalam waktu lama.

Cahaya terang dan migrain
Cahay terang dan stimulan berintensitas tinggi bisa menyebabkan sakit kepala pada subyek yang sehat demikian juga halnya pada sakit kepala akibat migrain. Namun penderita migrain umumnya memiliki ambang batas yang lebih rendah terkena sakit kepala saat terpapar cahaya yang menyebabkan sakit kepala. Cahaya matahari, televisi, kelebatan sinar dilaporkan menjadi pemicu sakit kepala akibat migrain.

Kafein dan migrain

Kafein terkandung dalam sejumlah makanan, seperti kola, teh, cokelat, kopi dan analgesik yang dijual bebas. Kafein dalam dosis rendah dapat meningkatkan kewaspadaan dan energi, namun kafein dosis tinggi bisa menyebabkan insomnia, kecemasan, mudah tersinggung dan sakit kepala. Penggunaan analgesik yang mengandung kafein juga menyebabkan berulangnya sakit kepala. Selain itu, seseorang yang hobi mengonsumsi kafein dalam jumlah banyak lebih mudah mengalami sakit kepala berulang saat konsumsi kafein dihentikan secara mendadak.

Cokelat, anggur, tiramin, MSG, nitrit, aspartam

Cokelat dilaporkan menyebabkan sakit kepala akibat migrain, namun studi ilmiah tidak secara konsisten menunjukkan hubungan antara konsumsi cokelat dan sakit kepala. Anggur merah telah terbukti menyebabkan sakit kepala migrain pada sejumlah penderita migrain, namun tidak jelas apakah anggur juga akan menyebabkan sakit kepala migrain.

Tiramin (sebuah kimia yang ditemukan pada keju, anggur, bir, sosis kering dan acar/asinan) dapat memicu sakit kepala migrain, namun tidak ada bukti bahwa mengonsumsi makanan rendah tiramin dapat mengurangi frekuensi kejadian migrain.

Monosodium glutamat (MSG) dilaporkan menyebabkan sakit kepala, rasa panas pada wajah, berkeringat dan palpitasi saat dikonsumsi dalam dosis tinggi dan dalam kondisi perut kosong. Fenomena ini dikenal sebagai sindrom restoran China.

Nitrat dan nitrit (kimia yang ditemukan pada hot dog, ham, sosis, daging babi yang diasinkan) telah lama dilaporkan sebagai penyebab sakit kepala migrain.

Aspartam, sebuah pemanis pengganti gula yang ditemukan pada minuman dan camilan diet, juga dilaporkan memicu sakit kepala saat digunakan dalam dosis tinggi dan dalam waktu lama.

Hormon perempuan dan migrain
Sejumlah perempuan yang menderita sakit kepala migrain mengalami rasa sakit yang lebih hebat saat datangnya haid. Sementara perempuan lain mengalami migrain hanya selama periode haid. Kata “migrain menstruasi” biasanya digunakan untuk menggambarkan migrain yang terjadi pada perempuan dua hingga satu hari sebelum periode haid. Penurunan kadar estrogen saat haid tampaknya menjadi penyebab migrain menstruasi. Penurunan kadar estrogen mungkin juga jadi penyebab sakit kepala pada pengguna pil kontrasepsi pada minggu saat estrogen tidak dikonsumsi. (go4/Wrt3)


Sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar